Rabu, 20 November 2013

Perbedaan Sistem Operasi Windows dan Linux




Setelah Mengetahui apa itu Linux, Kali ini saya akan membagi informasi mengenai Perbedaan Sistem Operasi antara Linux dan Windows. Here we go :D 
Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)
Jika dilihat dari sisi HAKI, SO Windows dan kebanyakan program-program aplikasinya, kepemilikan lisensi (rata-rata berharga $200 USD) merupakan sarat mutlak untuk penggunannya.Sementara Linux dan program-program aplikasinya dilain pihak berlisensi gratis dan justru mendorong para penggunanya untuk menyebarluaskan perangkat lunak tersebut. 
 Instalasi dan Kelengkapan Program

Windows adalah sistem operasi, itu sebabnya Windows   tidak  menyediakan   banyak  program setelah  diinstal. Kalaupun ada mungkin Anda hanya akan menemukan Internet Explorer, Media Player, Notepad, dan beberapa program kecil lainnya. Ini sangat berbeda dengan Linux. Sekalipun Linux juga suatu sistem operasi, tetapi Linux disertai dengan banyak program didalamnya. Setelah diinstal, Anda akan menemui banyak program dari hampir semua kategori program. Sebut saja kategori Office Suite, Multimedia (Sound, Video, Graphics), Internet (Browser, Email, Chat, Downloader, Messenger, Torrent, News), 3D, Games, Utility, dll.
Dengan waktu instalasi yang hampir sama, Anda bukan hanya mendapatkan suatu sistem operasi tetapi juga semua program yang diperlukan untuk kegiatan sehari-hari di Linux.
Spyware
 
Spyware adalah suatu masalah yang cukup umum di dunia Windows. Biasanya program spyware mengamati, mengumpulkan dan mengirimkan sebuah data ke suatu server. Untuk hal yang lebih positif, program ini biasanya dipergunakan untuk keperluan marketing. Sayangnya, ada juga yang berniat buruk yaitu dengan mencuri identitas, kartu
kredit, dan tindakan negatif lainnya. Tidak banyak program spyware yang menginfeksi Linux mengingat cara kerja Linux yang lebih susah untuk ditembus. PCLinux telah menyediakan pre-instal Firewall untuk melindungi sistem Anda dan bisa diaktifkan melalui PCLinux Control Panel.

Security dan Virus 
Salah satu masalah utama di Windows yang paling sering di temukan adalah virus dan spyware. Dari tahun ke tahun permasalahan ini bukan semakin mengecil tetapi malah semakin membesar. Ini semua terjadi karena banyak lubang keamanan di Windows yang bisa dieksploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Linux diturunkan dari sistem operasi Unix yang memiliki tingkat keamanan lebih kuat. Itu sebabnya tidak ada banyak virus di Linux dan kalaupun ada tidak bisa berkembang biak dengan pesat dan biasanya tidak mampu membawa kerusakan yang besar. Sekalipun tidak sepenting di Windows, beberapa program anti virus di linux masih bisa ditemukan, seperti ClamAV dan F-Prot. PCLinux telah menyediakan anti virus ClamAV yang bisa ditemukan pada menu Start > Applications > FileTools > KlamAV.
Sistem File

    Windows menggunakan FAT dan NTFS. Windows tidak membedakan penggunaan nama file dengan huruf besar dan huruf kecil (case insensitive). Windows mengenal juga istilah drive untuk device dan partisi. Windows memiliki MyComputer sebagai root, yang didalamnya terdapat berbagai drive dan device. Windows juga tidak bisa membaca file sistem Linux (tanpa memanfaatkan program terpisah). Di sistem file, ekstensi nama file di Windows memiliki peranan penting. 
Sementara Linux menggunakan ext2, ext3, reiserfs, xfs, jfs dan lain sebagainya. Linux dapat membaca dan menulis ke FAT32, dan dapat membaca dan  menulis NTFS (eksperimental dan memanfaatkan proyek terpisah). Linux membedakan penggunaan huruf besar dan kecil dalam berbagai aspek penggunaan sistem operasi. Di Linux, istilah drive tidak digunakan. Yang digunakan adalah direktori biasa. Apabila dibandingkan dengan Windows, Linux mengenal direktori root (disimbolkan dengan /), yang didalamnya terdapat berbagai direktori dan device. Di Linux, ekstensi nama file tidak memiliki peranan penting. 
 

Sistem Distribusi 
Windows hanya mengenal satu distribusi  yaitu Microsoft. Sementara, Linux mengenal banyak distribusi yang merupakan kumpulan kernel Linux, pustaka – pustaka sistem, dan software – software yang dibungkus dengan prosedur tertentu. Yang membedakan antar distribusi bisa saja pada semua bagian tersebut (kernel yang berbeda versi dan pengaturan, software dan pustaka yang berbeda), termasuk prosedur pemaketannya. 

Program Aplikasi


Windows unggul untuk aplikasi Office-nya. Diakui bahwa Microsoft Office termasuk tool yang sangat enak untuk bekerja di PC seperti menyiapkan presentasi, tulisan, laporan, agenda dll.

Linux unggul dalam aplikasi Webserver, proxy server, firewall, mail server, Samba dll. Pada aplikasi server umumnya X-Windows tidak lagi digunakan di Linux, oleh karena itu Linux biasanya lebih hemat resources (memory & harddisk) di bandingkan Windows. Sementara komunitas Linux juga berusaha keras untuk mengejar ketinggalannya dalam aplikasi Office-nya dengan mengembangkan StarOffice yang dimotori oleh Sun Microsystems hardware tidak bisa bekerja di Linux. Hal ini bisa terjadi karena pembuat hardware tidak menyediakan driver versi Linux. Untungnya, belakangan ini cukup banyak vendor yang sudah memberikan dukungan driver Linux. Dan pengenalan Linux akan hardware semakin lama semakin meningkat sehingga mulai jarang terdengar permasalahan hardware di Linux.


Waktu Pengoperasian
Sebagai SO personal workstation, Windows akan sering dimatikan apabila ditinggalkan pemiliknya untuk menghemat listrik karena tidak akan ada orang lain yang akan menggunakan komputer itu.

Sistem Linux dirancang untuk bisa digunakan bersama-sama oleh banyak orang. Karena itu perlindungan berkas dan proses-proses milik seseorang terhadap orang lain menjadi porsi besar dari perhatian perancangnya. Pada sistem Linux (dan Windows NT/2000/XP) identifikasi user sangat menentukan hak akses pengguna. Karena itu akan banyak ditemui pengguna Linux yang bekerja dengan user root (nama super user di dunia Unix).


Menangani Crash
Dibandingkan dengan Windows 95/98/ME, Linux jauh lebih stabil. Namun jika mengikuti petunjuk sistemnya dengan baik, Windows XP juga cukup stabil.Unix dan Linux mempunyai sifat multi-user. Linux menjalankan aplikasi secara berbeda dengan Windows. Ketika suatu aplikasi terkunci, Anda dapat mematikannya dengan mudah. Cukup menekan kombinasi tombol Ctrl + Esc, dan dapat memilih aplikasi (atau proses) mana yang bermasalah. Dan jika sistem grafis yang terkunci, bisa berpindah ke command-prompt (dengan menekan Ctrl+Alt+F1) dan membunuh proses software secara manual. Juga tersedia pilihan untuk merestart desktop saja dengan menekan Ctrl+Alt+Backspace. Ini berarti tidak harus melakukan reboot sekalipun sistem Linux sedang mengalami masalah.

Selasa, 19 November 2013

Kenapa Linux Lebih Baik?????

Anyeong .....     

      Linux telah banyak didengung-dengungkan sebagai sistem operasi yang aman, nyaman, dan jauh lebih baik dibandingkan sistem operasi lain. Apa saja kelebihan Linux? 
      Disini saya akan mencoba merangkum berbagai artikel dan menyajikan kelebihan-kelebihan Linux dibanding sistem operasi lain. Setiap kelebihan akan disajikan dalam satu artikel tersendiri.
Komputer saya kok tiba-tiba restart sendiri ya? Padahal saya tidak menekan tombol restart.
Akhir-akhir ini browserku tiba-tiba bertingkah aneh. Sementara browsing, tiba-tiba ada jendela lain yang terbuka yang isinya macam-macam iklan yang aneh-aneh.
Aneh sekali, banyak temanku yang mereply email berisi link yang katanya aku kirimkan. Padahal aku sama sekali gak merasa ngirim email deh.
      Apakah anda pernah mengalami hal-hal seperti kisah diatas? Kalau iya, besar kemungkinan komputer anda sedang diserang virus komputer. Dan saya cukup yakin bahwa komputer anda berjalan dengan sistem operasi Windows. Memang, kalau ngomongin Windows, tidak akan pernah lepas dari yang namanya virus. Windows seolah identik dengan virus. Sehingga bisa dikatakan dimana ada Windows disitu pasti ada virus. Mulai dari virus yang cuma sekedar iseng menampilkan teks hingga virus berbahaya yang bisa menghancurkan semua data anda.
       Ketika anda menggunakan Linux, lupakan saja tentang virus. Linux bebas dari virus. Ini bukan berarti Linux tidak mungkin terserang virus. Hanya saja, Linux membuat virus tidak bisa berkembang biak. Hingga detik ini, tidak pernah ada laporan virus yang menyerang Linux.
Mengapa?
       Karena Linux menerapkan manajemen otorisasi yang unik. Pada Windows, anda bebas berbuat apa saja terhadap sistem. Anda bisa dengan leluasa masuk ke folder WINDOWSSYSTEM lalu menghapus beberapa file atau bahkan folder penting disana, dan Windows akan membiarkan apa yang anda lakukan. Masalah baru akan muncul setelah anda mematikan komputer dan menyalakannya lagi.


         Nah, kalau anda bisa menghapus file sistem dengan leluasa, maka aplikasi apapun (termasuk virus) juga memiliki keleluasan yang sama. Virus memanfaatkan celah ini dan menyalahgunakannya untuk menginfeksi sistem anda bahkan orang lain yang terhubung dengan anda (melalui internet). Kakak saya beberapa kali terpaksa menginstal ulang Windows pada komputernya hanya gara-gara anaknya yang masih SD suka bermain-main dan mencoba-coba membuka segala macam folder yang ada di Windows. Setelah klik sana klik sini, dia mematikan komputer. Pada saat komputer dinyalakan lagi, tiba-tiba saja Windows tidak bisa dibuka. Setelah lelah mencari sumber masalahnya tanpa ketemu sama sekali, akhirnya dilakukanlah langkah terakhir: instal ulang.
       Hal ini tidak bisa dilakukan pada Linux. Di Linux, setiap akses langsung ke sistem hanya bisa dilakukan oleh administrator dengan menggunakan password. Virus tidak bisa bebas berkeliaran karena otoritas administrator tidak dimilikinya. Selain itu, sebagai sistem operasi open source, Linux dikembangkan oleh begitu banyak orang di seluruh dunia. Siapa saja bisa membuka kode program Linux. Karena itu setiap kode program yang tidak benar atau memiliki celah keamanan akan dengan sangat cepat diketahui dan dengan cepat pula diperbaiki sehingga akan selalu lebih baik dan lebih aman. Rutin-rutin virus tidak bisa disisipkan diantara kode program, karena akan segera diketahui dengan mudah.
      Berbeda dengan program-program aplikasi pada Windows yang tertutup, pengguna bahkan para programmer sekalipun – selain perusahaan yang membuat program – tidak bisa melihat kode programnya. Karena kode program sangat tertutup, sangat mudah bagi virus untuk masuk dan menyusupkan rutin-rutin programnya tanpa diketahui sehingga setiap kali program dijalankan akan otomatis menjalankan rutin program virus juga.
        Oke, kalau ada virus, tentu akan ada antivirus. Ya, ada ratusan jenis antivirus yang beredar. Mulai dari yang berbayar hingga yang gratis. Mulai dari yang benar-benar ampuh membunuh virus hingga yang bohongan yang sebenarnya adalah virus yang menyamar jadi antivirus!
Nah, bagaimana dengan Linux? Karena Linux dijamin kebal terhadap virus, berarti kita tidak membutuhkan antivirus lagi, dong. Saya pun awalnya berpikiran begitu.
Tapi ternyata, di Linux juga ada antivirus. Untuk apa? Antivirus ya tentu saja untuk membasmi virus. Di Linux? Bukan. Antivirus di Linux bukan untuk membasmi virus di Linux. Gimana mau membasmi virus kalo di Linux sendiri gak ada virusnya! Lalu? Untuk apa antivirus dipasang di Linux?
         Tapi tidak seperti di Windows, dimana kita memerlukan antivirus untuk menjaga agar sistem berjalan dengan sehat, di Linux kita memerlukan antivirus misalnya untuk:
  • Menjaga kemurnian Windows dari virus untuk yang menggunakan dual-boot Linux-Windows.
  • Memeriksa setiap email yang masuk dan keluar dari komputer kita agar benar-benar bersih dari virus.
  • Memeriksa dan membersihkan setiap flashdisk (milik teman yang menggunakan Windows) yang dicolok ke komputer kita beserta file-file didalamnya, sehingga bisa bersih dari virus. 


Dirangkum dari berbagai sumber sumber : Kompasiana, Google 

Sabtu, 16 November 2013

SEJARAH LINUX

Anyeong....

Pada postingan pertama saya ingin berbagi pengetahuan sekilas tentang Sejarah Linux itu. Nah, langsung aja disimak, check it out ! 

Linux adalah sistem operasi yang berevolusi dari sebuah kernel yang diciptakan oleh Linus Torvalds ketika beliau masih menjadi mahasiswa di Universitas Helsinki. Umumnya, penjelasan seperti ini sudah jelas bagi kebanyakan orang tentang apa itu Linux. Namun, baik untuk alasan politis dan praktis, perlu dijelaskan lebih lanjut. Untuk mengatakan bahwa Linux adalah sistem operasi berarti hal itu dimaksudkan untuk digunakan sebagai alternatif untuk sistem operasi lain, seperti Windows, Mac OS, MS-DOS, Solaris, dan lain-lain. Linux bukanlah sebuah program seperti pengolah kata dan bukan juga merupakan seperangkat program seperti office suite dan lain-lain. Linux adalah sebuah antarmuka antara komputer / hardware server, dan program-program yang bekerja pada Linux.

  • Sejarah Singkat Tentang Linux
Ketika Linus Torvalds sedang belajar di University of Helsinki, beliau menggunakan versi dari sistem operasi UNIX yang disebut 'Minix'. Linus dan pengguna lain mengirim permintaan modifikasi dan perbaikan pencipta Minix, Andrew Tanenbaum, tetapi ia merasa bahwa mereka tidak perlu melakukannya. Saat itulah Linus memutuskan untuk membuat sistem operasi sendiri yang akan memperhitungkan komentar dan saran pengguna untuk perbaikan.




  • Software Pra-Linux Gratis

Filosofi meminta komentar dan saran pengguna, dan menggunakannya untuk meningkatkan program komputer itu bukan hal baru. Richard Stallman, yang bekerja di Massachusetts Institute of Technology, telah menganjurkan seperti itu untuk pendekatan pemrograman komputer dan digunakan sejak tahun 1970-an. Dia adalah seorang pionir dalam konsep 'perangkat lunak bebas', selalu menunjukkan bahwa 'kebebasan'  bukan berartu nol biaya. Kesulitan untuk terus bekerja di bawah kondisi tersebut, ia merasa bertentangan dengan konsep 'perangkat lunak bebas', ia meninggalkan MIT pada tahun 1984 dan mendirikan GNU. Tujuan dari GNU adalah untuk menghasilkan perangkat lunak yang bebas untuk digunakan, didistribusikan dan dimodifikasi. Tujuan Linus Torvalds 6 tahun kemudian pada dasarnya sama: untuk menghasilkan sebuah sistem operasi yang mempertimbangkan umpan balik (Feedback) dari pengguna.
  • Kernel

Kita harus menunjukkan di sini bahwa titik fokus dari setiap sistem operasi adalah 'kernel'. Tanpa masuk ke detail yang besar, kernel adalah sesuatu yang memberitahu chip besar yang mengontrol komputer Anda untuk melakukan apa yang program Anda inginkan. Untuk menggunakan metafora, jika Anda pergi ke restoran Italia favorit Anda dan memesan 'Spaghetti alla Bolognese', hidangan ini adalah seperti sistem operasi Anda. Ada banyak hal yang ada didalam hidangannya seperti pasta, saus tomat, bakso dan keju. Nah, kernel seperti pasta. Tanpa pasta, hidangannya tidak akan ada. Anda mungkin juga menemukan beberapa roti dan membuat sandwich. Sebuah piring dengan hanya pasta didalamnya tidak cukup untuk menimbulkan selera.
Tanpa kernel, sistem operasi tidak ada. Tanpa program, kernel tidak berguna.


  • 1991

Pada tahun 1991, adalah kondisi ideal untuk menciptakan Linux. Pada intinya, Linus Torvalds memiliki kernel tetapi tidak ada program sendiri, sedangkan Richard Stallman dan GNU memiliki program tapi tidak ada kernel yang dapat membuatnya bekerja. Baca sendiri kata-kata dua pria tersebut tentang hal ini:
Linus:
Sayangnya, sebuah kernel sendirian tidak akan membuat Anda kemana-mana. Untuk mendapatkan sistem operasi Anda membutuhkan shell, kompiler, perpustakaan dll
RMS:
The GNU Hurd belum siap untuk penggunaan produksi. Untungnya, kernel lain telah siap. [Hal ini disebut Linux]. So, menggabungkan program yang disediakan oleh GNU di Cambridge, Massachusetts, dan kernel, yang dikembangkan oleh Linus Torvalds di Helsinki, Finlandia (tempat Linux lahir). Karena jarak fisik yang terlibat, berarti digunakan untuk mendapatkan kernel milik Linus bersama-sama dengan program-program GNU adalah Internet. Kita bisa katakan bahwa Linux adalah sistem operasi yang datang untuk hidup di Internet. Internet juga akan menjadi sangat penting dalam perkembangan  Linux sebagai sarana koordinasi pekerjaan semua pengembang yang telah membuat Linux menjadi seperti sekarang ini.
  • Linux Diperkenalkan

     

Akhir tahun 1991, Linus Torvalds menggabungkan kernel miliknya dengan program-program milik GNU sehingga akan bekerja cukup baik untuk menunjukkan kepada orang lain apa yang telah dilakukannya. Dan itulah yang dia lakukan. Orang-orang pertama yang melihat Linux tahu bahwa Linus menginginkan sesuatu. Pada titik ini, meskipun ia membutuhkan lebih banyak orang untuk membantu dia. Inilah yang Linus katakan kembali pada tahun 1991.
Linus:
Apakah Anda tanpa proyek yang bagus dan sekarat untuk memotong gigi Anda pada OS Anda dapat mencoba untuk memodifikasi untuk kebutuhan Anda? ... Posting ini hanya mungkin untuk Anda. (Are you without a nice project and dying to cut your teeth on an OS you can try to modify for your needs?... This post might just be for you.)
Orang di seluruh dunia memutuskan untuk mengambil dia di atasnya. Pada awalnya, hanya orang-orang dengan pengetahuan pemrograman komputer yang luas akan mampu melakukan apa-apa dengan itu publik awal versi dari Linux. Orang-orang mulai menawarkan bantuan mereka. Nomor versi dari Linux yang semakin tinggi. Orang-orang mulai menulis program khusus untuk dijalankan di Linux. Pengembang mulai menulis driver untuk kartu video yang berbeda, kartu suara dan gadget lainnya di dalam dan di luar komputer Anda bisa menggunakan Linux . Namun demikian, di sebagian besar bagian pertama dari Linux 1990-an tidak bisa keluar dari panggung 'GURU'. GURU adalah istilah yang telah berkembang berarti siapa saja yang memiliki keahlian khusus dalam mata pelajaran tertentu. Artinya, Anda harus memiliki keahlian khusus dalam bagaimana komputer bekerja untuk dapat menginstal Linux pada masa itu.

 

  • Linux, ada awalnya tidak untuk semua orang

Perusahaan perangkat lunak populer lainnya menjual kepada Anda sebuah CD atau satu set disket dan buku instruksi singkat dan mungkin kurang dari setengah jam, Anda bisa menginstal sistem operasi sepenuhnya bekerja pada PC Anda. Kemampuan yang Anda butuhkan hanyalah mengetahui cara membaca. Perusahaan-perusahaan memiliki niat bahwa ketika mereka benar-benar duduk dan mengembangkan sistem operasi mereka, Linus Torvalds tidak mempunya pikiran tentang hal tersebut ketika dia mengembangkan Linux, itu hanya hobi baginya. Kemudian, perusahaan seperti Red Hat membuat tujuan mereka untuk membawa Linux ke titik di mana Linux bisa diinstal seperti sistem operasi lain, oleh siapa saja yang dapat mengikuti set instruksi sederhana, dan mereka telah berhasil. Untuk beberapa alasan, meskipun, Linux belum sepenuhnya hilang dari image 'hanya Guru'. Hal ini terutama karena ketidakmampuan pers teknologi populer untuk menjelaskan dengan cara yang berarti tentang apa itu Linux. Yang benar adalah bahwa wartawan teknologi hanya sedikit memiliki pengalaman kehidupan nyata dengan Linux dan itu tercermin dalam tulisan mereka.
  • Bagaimana Linux Sekarang?

Hari ini, Linux menikmati pers yang menguntungkan untuk sebagian besar. Hal ini berasal dari fakta bahwa Linux telah terbukti menjadi sistem operasi sangat stabil dan serbaguna, terutama sebagai server jaringan. Ketika Linux digunakan sebagai server web atau jaringan perusahaan, yang dalam kurun waktu yang cukup lama hampir diabaikan. Ada kasus ketika Linux server telah berjalan selama lebih dari satu tahun tanpa re-boot dan kemudian hanya diturunkan untuk periode singkat untuk pemeliharaan rutin. Linux juga dapat diinstal pada PC rumah, dengan kehandalannya dan biaya yang kecil - sangat ideal.

Jika Anda membaca ini, Anda jelas di sini untuk belajar bagaimana menggunakan Linux. Setiap pengalaman belajar berarti membuka diri terhadap ide-ide baru dan cara-cara baru dalam melakukan sesuatu. Seperti disebutkan sebelumnya, Linux termasuk dalam keluarga sistem operasi UNIX. UNIX dirancang untuk digunakan oleh para profesional, Anda harus belajar beberapa konsep UNIX dalam pelajaran ini, tapi itu tidak berarti bahwa Linux adalah sistem operasi profesional satu-satunya. Pada kenyataannya, sebagian besar versi utama Linux dirancang untuk menjadi user-friendly dan mudah untuk diinstal dan digunakan sebagai sistem operasi di pasar saat ini.

Semoga penjelasan mengenai Sejarah LINUX bisa bermanfaat ^-^