Senin, 16 Desember 2013

Materi Kenaikan Titik Didih ( ∆Tb ) dan PenurunanTitik Beku (∆Tf) Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit



1. Kenaikan Titik Didih (∆Tb)
  •       Titik didih (Tb)
            Suhu pada saat tekanan uap jenuh cairan sama dengan tekanan luarnya (tekanan pada permukaan cairan) disebut dengan titik didih. Jika tekanan uap sama dengan tekanan luar, maka gelembung uap yang terbentuk dalam cairan dapat mendorong diri ke permukaan menuju fase gas. Di permukaan air laut dengan tekanan 760 mmHg, air mendidih pada suhu 100 oC. Bagaimana jika air dididihkan di tempat paling tinggi seperti di puncak Everest? Apakah titik didihnya sama dengan air yang dididihkan di daerah permukaan air laut? Tentunya tidak sama,di puncak Everestyang merupakan tempat tertinggi di dunia, air mendidih pada suhu 71oC. Titik didih yang diukur pada tekanan760 mmHg disebut titik didih normal (titik didih pada 760 mmHg). Titik didih normal air adalah 100oC
  •  Kenaikan titik didih larutan (∆Tb)
            Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa zat cair akan mendidih jika tekanan uap jenuh zat cair tersebut sama dengan tekanan udara di sekitarnya. Jika air murni dipanaskan pada tekanan 1 atm (760 mmHg), maka air akan mendidih pada suhu 100 oC. Jika pada suhu yang sama dilarutkan gula, maka tekanan uap air akan turun. Jika semakin banyak gula yang dilarutkan, maka makin banyak penurunan tekanan uapnya. Hal ini mengakibatkan larutan gula belum mendidih pada suhu 100 oC. Agar larutan gula cepat mendidih, diperlukan suhu yang cukup tinggi, sehingga tekanan uap jenuhnya sama dengan tekanan uap di sekitarnya. Selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarut murni disebut kenaikan titik didih (∆Tb).

                         
                       dengan Tb larutan (Tb)     = Tititk didih larutan …………    (C)
                                      Tb pelarut (Tbo)  = titik didih pelarut ………….     (C)
                                                        ∆Tb      = kenaikan titik didih ………….  (C)


         Perhatikan Gambar diatas, pada setiap saat P selalu lebih keci dari Po, sehingga grafik tekanan uap  larutan  selalu ada dibawah pelarut dan titik didih larutan akan lebih tinggi dari pelarut murninya.
         Kenaikan titik didih hanya tergantung pada jenis pelarut dan molaritas larutan, tidak tergantung pada jenis zat terlarut. Untuk larutan encer, hubungan antara kenaikan titik didih dengan molaritas larutan dinyatakan sebagai berikut.


                        dengan ∆T  = kenaikan titik didih ……………………….          (C)
                                     m        = molalitas larutan …………………………..          (molal)
                                    Kb       = tetapan kenaikan titik didih molal …………. (C molal-1)

       Tetapan kenaikan titik didih molal adalah nilai kenaikan titik didih jika molaritas larutan sebesar 1 molal. Harga Kb ini tergantung pada jenis pelarut. Harga Kb dari beberapa pelarut diberikan pada tabel 1.2 sebagai berikut.
 
2.    PenurunanTitik Beku (∆Tf)
  • Titik beku (Tf  
        Kalian telah belajar titik didih larutan pada penjelasan sebelumnya. Bagaimana dengan titik beku     larutan, dapatkah kalian menjelaskan? Untuk dapat menjawabnya dapat kalian perhatikan penjelasan  berikut. Titik beku larutan adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatannya.Tekanan luar tidak berpengaruh pada titik beku. Pada tekanan 760 mmHg, air membeku pada suhu 0oC sedangkan pada tekanan 4,58 mmHg air akan membeku pada suhu 0,0099 oC.
  • Penurunan titik beku
          Larutan akan membeku pada suhu yang lebih rendah dari pelarutnya. Perhatikan dibawah ini , apa yang dapat kalian jelaskan. Pada setiap saat  tekanan uap larutan selalu lebih rendah daripada pelarut murni. Ini berarti penurunan tekanan uap jenuh menyebabkan penurunan titik beku larutan.


             
           dengan Tf larutan (Tf)     = Titik beku larutan …………        (C)
                           Tf pelarut (Tf)   = titik beku pelarut ………….        (C)
                           ∆Tf                      = kenaikan titik beku ………         (C)



Hubungan antara penurunan titik beku dengan molalitas larutan dirumuskan sebagai berikut.


                        dengan  m         = molalitas larutan ……………………..           (molal)
                                     Kf           = tetapan penurunan titik beku molal …. (C molal-1)
Beberapa harga tetapan penurunan titik beku molal pelarut diberikan pada Tabel 1.3. 


Syarat Hukum Backman dan Raoult adalah sebagai berikut.
a. Rumus di atas berlaku untuk larutan nonelektrolit.
b. ∆Tb tidak berlaku untuk larutan yang mudah menguap.
c. Hanya berlaku untuk larutan yang sangat encer, pada larutan yang pekat terdapat penyimpangan


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kimia Kurikulum 2013



      RPP merupakan singkatan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan di jabarkan dalam Silabus. Lingkup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.

         Berikut ini adalah contoh RPP  Kimia  SMA Kurikulum 2013 dengan materi Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Kelas XII Semester 2 yang bertujuan untuk membantu guru yang membutuhkan sebagai bahan referensi untuk menyusun RPP.

        Untuk Mendownload RPP Kimia SMA Kurikulum 2013 Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit, Silahkan klik Link dibawah ini.
RPP Kimia SMA Kurikulum 2013

Semoga Bermanfaat ....

Kamis, 05 Desember 2013

Silabus Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit


SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA
KURIKULUM 2013

Satuan Pendidikan       : SMA/MA
Kelas                           : XII
Kompetensi Inti          
KI 1      :  Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2  : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3  : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan,kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4      : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar (KD)
Materi Pokok
Pembelajaran
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
1.1      Menyadari adanya keteraturan dalam sifat koligatif larutan, reaksi redoks, keragaman sifat unsur, senyawa makromolekul sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
·  Penurunan titik beku
·  Kenaikan titik didih




























Sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan non elektrolit

Mengamati (Observing)
·      Membaca dan mendengar dari berbagai sumber tentang  fenomena terkait sifat koligatif  yaitu penurunan titik beku dan kenaikan titik didih (memasak air dengan dan tanpa garam; memasak dalam panci dengan dan tanpa tutup;  penggunaan garam di jalan bersalju, penggunaan garam dalam pembuatan es puter, dll)
Menanya (Questioning)
·      Mengajukan berbagai pertanyaan terkait hasil observasi (mengapa memasak tanpa garam lebih cepat mendidih, mengapa penggunaan garam membuat es puter tetap dingin, mengapa digunakan garam untuk mencairkan salju, dll)
Mengumpulkan Data (Experimenting):.
·      Diskusi dalam kelompok, merancang percobaan, dan melakukan percobaan penurunan titik beku dan kenaikan titik didih larutan.
·       Menganalisis dari berbagai sumber terkait materi sifat koligatif larutan lainnya (kenaikan titik didih, penurunan titik beku larutan)
Mengasosiasi (Associating):
·      Menyimpulkan penyebab sifat koligatif larutan (kenaikan titik didih, penurunan titik beku)
·      Menghubungkannya konsentrasi (molalitas/fraksi mol) dengan sifat koligatif larutan)
·      Berlatih menyelesaikan perhitungan kimia terkait sifat koligatif larutan

Mengkomunikasikan (Communicating)
·      Mengkomunikasikan hasil analisis terkait sifat koligatif larutan dengan cara lisan/tertulis, menggunakan tata bahasa yang benar
Mengamati (Observing)
·      Mempelajari data hasil percobaan kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.

Menanya (Questioning)
·      Mengajukan berbagai pertanyaan terkait perbedaan data percobaan sifat koligatif untuk larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.

Mengumpulkan data (Experimenting)
·      Mendiskusikan sifat larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.
·      Menghubungkan sifat larutan  (elektrolit dan non elektrolit ) dengan konsentrasi berdasarkan data percobaan.
·      Menganalisis hubungan antara  sifat larutan (elektrolit dan non elektrolit), konsentrasi dan sifat koligatif larutan.

Mengasosiasi (Associating)
·      Menyimpulkan perbedaan kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan elektrolit dan larutan non elektrolit dari hasil percobaan.
·      Menemukan formula untuk menghitung sifat koligatif larutan elektrolit
·      Berlatih menghitung sifat koligatif larutan elektrolit menggunakan formula yang sudah ditemukan

Mengkomunikasikan (Communicating)
·       Menyajikan semua yang telah dipelajari (lisan/tertulis)  dengan menggunakan tata bahasa yang benar

Tugas:
·   Merancang percobaan titik beku larutan
·   Merancang percobaan titik didih larutan
·   Membuat diagram P-T

Observasi
·   Sikap ilmiah pada saat melakukan percobaan (saat mengukur volume  menimbang, membaca thermometer, dll)

Portofolio
-   Laporan hasil percobaan

Tes tertulis
·       Pemahaman tentang fraksi mol, kemolalan, diagram PT, titik beku, titik didih
·       Menyelesaikan perhitungan kimia terkait sifat koligatif larutan(titik didih dan titik beku larutan)
·       Menghitung sifat koligatif larutan elektrolit menggunakan formula yang sudah ditemukan




3 mgg  X 4 jp

Buku Kimia Kelas XII IPA dan situs yang relevan
1.2      Mensyukuri kelimpahan unsur golongan utama dan golongan transisi di alam Indonesia sebagai bahan tambang merupakan anugerah Tuhan YME yang digunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

2.1      Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin,  jujur, objektif, terbuka,  mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.2      Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
2.3   Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
3.1      Menganalisis penyebab adanya fenomena sifat koligatif larutan pada penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmosis.
3.2      Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.
4.1      Menyajikan hasil analisis berdasarkan data percobaan terkait penurunan  tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis larutan.
4.2      Mengolah dan menganalisis data percobaan untuk membandingkan sifat koligatif larutan elektrolit dengan sifat koligatif larutan nonelektrolit yang konsentrasinya sama.

1.1      Mensyukuri kelimpahan unsur golongan utama dan golongan transisi di alam Indonesia sebagai bahan tambang merupakan anugerah Tuhan YME yang digunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia.


Senin, 02 Desember 2013

Cara Remastersys dan Iso pada KIMUX (Kimia Linux)

Annyeong ..
kali ini admin mau coba ngeshare tentang Remastersys dan ISO pada kimux / kimia linux. Bisa disimak ini langkahnya. check it out guys..!!
Langkah – langkah Remastersys dan ISO pada Kimux :
1.     Membuka program kimux.
2.     Pada system tools  klik administration klik remastersys.
3.     Setelah muncul kotak dialog  pilih customize untuk mengubah tampilan Ubuntu  pilih select.
4.     Pada configure file dalam costumize  ketik Kimux13.10 Live pada LIVECDLABEL.
5.     Pada COSTUMISO ketik kimux 13.10.iso  klik save  klik main klik backup.
6.     Tunggu hingga proses remastersys selesai  klik Ok.
7.     Proses remastersys selesai beserta ISO.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat ....